DOOM Eternal – Review Lengkap di PC, PS4, PS5, dan Xbox: Gameplay Brutal dengan Grafis Ultra HD

OUTTAKE – Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2020 oleh id Software dan dipublikasikan oleh Bethesda Softworks, DOOM Eternal langsung mendapat perhatian besar dari komunitas gamer dunia. Sebagai sekuel dari DOOM, game ini membawa formula first-person shooter (FPS) klasik ke level yang jauh lebih intens, brutal, dan cepat. Dengan grafis ultra HD, gameplay agresif, serta desain level yang dinamis, DOOM Eternal berhasil menjadi salah satu game action terbaik di generasinya. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengalaman bermain DOOM Eternal di berbagai platform: PC, PS4, PS5, dan Xbox.

Gameplay Brutal, Cepat, dan Tanpa Ampun

Satu kata untuk menggambarkan gameplay DOOM Eternal: agresif. Pemain kembali mengendalikan Doom Slayer, prajurit legendaris yang ditugaskan membasmi invasi iblis dari neraka yang telah menghancurkan Bumi. Berbeda dengan banyak game FPS modern yang cenderung defensif atau taktis, DOOM Eternal memaksa pemain untuk terus bergerak dan menyerang.

Sistem “push-forward combat” menjadi inti permainan. Untuk mendapatkan health, armor, dan ammo, pemain harus aktif menyerang musuh. Mekanisme seperti Glory Kill, Chainsaw, dan Flame Belch mendorong gaya bermain ofensif. Tidak ada ruang untuk bersembunyi lama—jika berhenti bergerak, Anda akan mati.

Variasi musuh juga semakin kompleks dibanding seri sebelumnya. Setiap jenis iblis memiliki pola serangan dan kelemahan berbeda. Strategi menjadi kunci; misalnya, musuh dengan perisai harus dilumpuhkan dengan senjata tertentu sebelum bisa diserang secara efektif.

Grafis Ultra HD dan Desain Visual

Secara visual, DOOM Eternal tampil luar biasa. Menggunakan engine id Tech 7, game ini menghadirkan detail lingkungan yang tajam, efek partikel realistis, serta pencahayaan dinamis. Desain levelnya beragam, mulai dari kota yang hancur di Bumi hingga lanskap neraka yang mengerikan dan instalasi futuristik di luar angkasa.

Di PC dengan spesifikasi tinggi, pemain dapat menikmati resolusi 4K dengan frame rate tinggi. Tekstur terlihat sangat detail, efek bayangan dan refleksi semakin realistis, dan animasi berjalan sangat halus. Pada PS5 dan Xbox Series X, game ini mendukung peningkatan grafis generasi terbaru, termasuk ray tracing (pada update tertentu) serta opsi performa 120 FPS. Hal ini membuat pengalaman bermain semakin responsif dan imersif.

Sementara itu, versi PS4 dan Xbox One tetap tampil solid meskipun dengan resolusi dan frame rate yang lebih rendah. id Software berhasil mengoptimalkan game ini dengan sangat baik sehingga tetap terasa lancar di konsol generasi sebelumnya.

Performa di Setiap Platform

PC Versi PC adalah yang paling fleksibel. Dengan hardware mumpuni, pemain dapat menikmati frame rate tinggi di atas 100 FPS. Pengaturan grafis sangat lengkap, memungkinkan penyesuaian detail tekstur, efek, anti-aliasing, hingga resolusi dinamis. Kontrol menggunakan mouse dan keyboard juga memberikan presisi maksimal, terutama dalam pertempuran cepat.

PS4 dan Xbox One Di konsol generasi sebelumnya, DOOM Eternal berjalan stabil di 60 FPS untuk sebagian besar gameplay. Meski tidak setajam versi PC high-end, kualitas visual tetap memukau. Loading time sedikit lebih lama dibanding versi next-gen, tetapi tidak mengganggu pengalaman secara signifikan.

PS5 dan Xbox Series X/S Pada konsol generasi terbaru, DOOM Eternal mendapatkan peningkatan performa signifikan. Mode performa memungkinkan gameplay hingga 120 FPS, sementara mode kualitas fokus pada resolusi 4K dengan detail maksimal. Loading hampir instan berkat SSD generasi baru, membuat transisi antar level terasa mulus.

Sistem Senjata dan Upgrade

DOOM Eternal menawarkan berbagai senjata ikonik seperti Super Shotgun, Rocket Launcher, Plasma Rifle, dan Ballista. Setiap senjata memiliki modifikasi khusus yang bisa di-upgrade sesuai gaya bermain.

Super Shotgun dengan Meat Hook memungkinkan pemain menarik diri ke arah musuh sebelum menembak jarak dekat—mekanisme yang membuat pertempuran terasa dinamis. Kombinasi senjata dan kemampuan menjadi kunci bertahan hidup di tingkat kesulitan tinggi. Sistem upgrade tidak hanya berlaku pada senjata, tetapi juga armor dan kemampuan Doom Slayer. Rune dan Praetor Suit Token memungkinkan pemain menyesuaikan build karakter sesuai preferensi.

Desain Level dan Platforming

Berbeda dari DOOM (2016) yang lebih fokus pada arena pertempuran, DOOM Eternal menambahkan elemen platforming. Pemain harus melompat, memanjat, dan menggunakan dash untuk menjelajahi level. Beberapa puzzle ringan juga hadir untuk menambah variasi gameplay. Desain level dibuat vertikal dan kompleks, memanfaatkan ruang secara maksimal. Arena pertempuran memiliki banyak jalur dan titik tinggi untuk mobilitas, menambah kedalaman strategi.

Mode Multiplayer: Battlemode

Selain campaign utama, DOOM Eternal menghadirkan mode multiplayer bernama Battlemode. Mode ini mempertemukan satu pemain sebagai Doom Slayer melawan dua pemain yang mengendalikan iblis. Battlemode menawarkan pendekatan unik dibanding multiplayer FPS tradisional. Fokusnya bukan pada deathmatch massal, melainkan pertempuran taktis berbasis kemampuan khusus. Meskipun tidak sepopuler campaign-nya, mode ini tetap memberikan variasi menarik.

Audio dan Soundtrack

Musik heavy metal yang intens menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer. Setiap pertempuran diiringi soundtrack energik yang memacu adrenalin. Efek suara senjata dan teriakan iblis terdengar kuat dan memuaskan. Desain audio secara keseluruhan sangat solid, terutama jika dimainkan menggunakan headset atau sistem audio surround.

Tingkat Kesulitan dan Replay Value

DOOM Eternal dikenal cukup menantang, terutama di tingkat kesulitan tinggi seperti Nightmare atau Ultra-Nightmare. Namun, tingkat kesulitan dapat disesuaikan agar tetap ramah bagi pemain baru. Replay value tinggi berkat collectible, tantangan tambahan, dan mode kesulitan ekstrem. Ekspansi DLC seperti The Ancient Gods juga menambah durasi permainan dengan cerita dan musuh baru. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Gameplay cepat dan memacu adrenalin
  • Grafis ultra HD yang memukau
  • Optimasi luar biasa di berbagai platform
  • Sistem senjata dan upgrade mendalam
  • Desain level variatif

Kekurangan:

  • Kurva belajar cukup tinggi bagi pemula
  • Elemen platforming mungkin tidak disukai semua pemain
  • Multiplayer kurang dominan dibanding campaign

DOOM Eternal adalah contoh sempurna bagaimana game FPS klasik dapat berevolusi tanpa kehilangan identitasnya. Dengan gameplay brutal, grafis ultra HD, serta performa optimal di PC, PS4, PS5, dan Xbox, game ini menawarkan pengalaman action yang sulit ditandingi.

Baik dimainkan di PC dengan setting maksimal maupun di konsol generasi terbaru dengan 120 FPS, DOOM Eternal tetap menghadirkan sensasi pertempuran yang intens dan memuaskan. Bagi penggemar FPS sejati, game ini adalah judul wajib main.

Baca Juga : Marvel’s Spider-Man Miles Morales — Aksi Superhero yang Menggugah dan Visual Memukau

Author: Randianta JR
RandiantaJR dikenal sebagai sosok visioner di dunia digital yang berhasil menciptakan berbagai situs terbaik dengan performa tinggi, desain modern, dan sistem keamanan mutakhir. Dengan pengalaman luas di bidang pengembangan web, RandiantaJR selalu mengedepankan inovasi, kecepatan, dan kenyamanan pengguna dalam setiap karyanya.